MAKALAH
SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM
“ Pendidikan Islam Fase Mekkah “
Dosen
: Naufal Ahmad Rijalul Alam, MA.

Disusun
Oleh :
1.
Uun Rahmawati 20130720101
2.
Ahmad Syarif H 20130720105
3.
Rina Nur
Bashiroh 20130720110
4. Santi
Kustiwi 20130720115
Kelas
: PAI C
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2013
/ 2014
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mempelajari sejarah berarti
mempelajari kejadian dimasa lalu. Dengan mempelajari apa yang terjadi dimasa
lalu kita dapat mengambil pelajaran atau hikamh dari kejadian tersebut untuk
dijadikan pedoman dalam menjalani hidup pada masa sekarang. Karena semua hal
yang ada pada masa sekarang ini baik di bidang sosial, kebudayaan, politik,
ekonomi dan bahkan bidang pendidikan sebagian besar merupakan efek atau bias
dari sejarah yang telah berkembang. Sebagai umat Islam apalagi sebagai seorang
pelajar tentunya sangat penting untuk mengetahui dan mempelajari sejarah Islam
terutama Sejarah Pendidikan Islam. Hal ini berguna untuk menumbuhkembangkan
wawasan generasi mendatang di dalam pengetahuan sejarah tersebut.
Sejarah Pendidikan Islam yang
sangat penting untuk diketahui dan dipelajari sehingga dapat dipraktekkan dalam
dunia pendidikan sekarang ini adalah Sejarah Pendidikan Islam Pada Rasulullah
SAW. Karena Sebagaimana yang kita ketahui Beliau merupakan figur terbaik yang
dijadikan suri teladan oleh setiap umat Islam.
Sejarah Pendidikan Islam Pada
masa Rasulullah SAW. dibagi menjadi 2 periode yaitu periode Mekkah dan periode
Madinah. Pada makalah ini saya mendeskripsikan sejarah pendidikan islam di
Mekkah,termasuk di dalamnya bagaimana metode pendidikannya, materi pengajaran
serta kurikulum yang digunakan pada proses pendidikan fase Mekkah. Semoga
dengan adanya makalah ini dapat membantu para pelaku pendidikan khususnya
pelaku pendidikan islam dalam menjalankan proses pendidikan dengan mencontoh
metode pengajaran yang terjadi pada masa sejarah islam di masa Rasulullah SAW.
B. Batasan
Masalah
Sehubungan dengan uraian latar
belakang di atas, makalah sederhana ini bermaksud untuk membahas “SEJARAH
PENDIDIKAN ISLAM PADA FASE MEKKAH”. Dalam kajian makalah ini
adalah dispesifikasikan, seperti berikut :
1. Menjelaskan konsep Sejarah
Pendidikan Islam Di Mekkah
2. Menjelaskan Tahapan
Pendidikan Islam Pada Fase Mekkah
3. Menjelaskan Materi
Pendidikan Islam Pada Fase Mekkah
4. Menjelaskan Metode
Pendidikan Islam Pada Fase Mekkah
5. Menjelaskan Kurikulum
Pendidikan Islam Pada Fase Mekkah
6. Menjelaskan Lembaga
Pendidikan Islam Pada Fase Mekkah
C. Tujuan Pembuatan Makalah
Adapun yang menjadi tujuan dari
pembuatan makalah ini adalah guna menjawab atau memberikan esensi dari pokok
batasan masalah yaitu mengenai “SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM PADA FASE MEKKAH”,
juga menjadikan makalah ini adalah serial mengungkap dan mengingat kembali atas
tema di atas yang mungkin dewasa ini telah terlupakan oleh sebagian kalangan
pembaca sekalian.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Pendidikan Islam Di Mekkah
Pendidikan Islam merupakan
warisan dan perkembangan budaya manusia yang bersumber dan berpedoman ajaran
islam dalam rangka terbentuknya kepribadian utama menurut islam. Munculnya ilmu
pendidikan telah memotivasi umat islam untuk menelusuri perjalanan sejarah
pendidikan islam. Sejarah Pendidikan Islam pada masa Rasulullah periode Mekkah,
yakni Sejak Nabi diutus sebagai Rasul hingga hijrah ke Madinah-kurang lebih
sejak tahun 611 M – 622 M atau selama 12 tahun tahun 5 bulan 21 hari, sistem
pendidikan islam lebih bertumpu kepada Nabi. Bahkan tidak ada yang mempunyai
kewenangan untuk memberikan atau menentukan materi-materi pendidikan, selain
Nabi (Suwendi, 2004:7).
Nabi Muhammad SAW. Menerima wahyu
yang pertama di gua Hira di Mekkah pada tahun 610 M. Dalam wahtu itu termaktub
yang artinya sebagai berikut : “ Bacalah (ya Muhammad) dengan nama Tuhanmu yang
telah menjadikan (semesta alam) ! Dia menjadikan manusia dari segumpal darah.
Bacalah dan Tuhanmu Maha Pemurah. Yang mengajarkan kepada manusia apa yang
belum diketahuinya” (QS. Al Alaq:1-5).
Kemudian disusul oleh wahyu yang
kedua, artinya sebagai berikut : “ Hai orang berselimut (Muhammad). Bangunlah
dan beri peringatan (kaummu) ! Dan Tuhanmu Agungkanlah ! Dan bersihkanlah
pakaianmu 1 Dan tingggalkanlah dosa ( berhala )! Jangan engkau memberi, supaya
mendapat lebih banyak ! Dan sabarlah (menurut perintah Tuhanmu)! “(QS. Al
Muddatstsir:1-7).
Dalam wahyu yang mula-mula turun
itu, Mahmud Yunus dalam Sejarah Pendidikan Islam, menyatakan bahwa pembinaan
pendidikan islam pada masa Mekkah ini meliputi :
1. Pendidikan
Keagamaan, yaitu hendaklah membaca dengan nama Allah semata-mata, jangan
mempersekutukanNya dengan berhala, karena Dia Tuhan yang Maha Besar dan Maha
Pemurah, sebab itu hendaklah dienyahkan berhala itu sejauh-jauhnya.
2. Pendidikan
Aqliyah dan Ilmiyah, yaitu mempelajari kejadian manusia dari segumpal darah dan
kejadian alam semesta.
3. Pendidikan
Akhlaq dan Budi Pekerti, Nabi Muhammad SAW mengajar sahabatnya agar berakhlak
baik sesuai dengan ajaran tauhid.
4. Pendidikan
Jasmani ( kesehatan ), yaitu mementingkan kebersihan, bersih pakaian, bersih
badan dan bersih tempat kediaman. (Zuhairini dkk, 1986 : 27)
B. Tahapan Pendidikan Islam Pada Fase Mekkah
Pola pendidikan yang dilakukan
Rasulullah Sejalan dengan tahapan-tahapan dakwah yang disampaikan kepada kaum
Quraisy. Dalam hal ini Kamaruzzaman di dalam buku Sejarah Pendidikan Islam
membagi kepada 3 tahap :
a. Tahap
pendidikan Islam secara Rahasia dan Perorangan
Pada awal turunnya wahyu pertama
Al Quran surat Al Alaq ayat 1-5, Pola pendidikan yang dilakukan adalah
sembunyi-sembunyi mengingat kondisi sosial-politik yang belum stabil, dimulai
dari dirinya sendiri dan keluarga dekatnya. Mula-mula Rasulullah mendidik
isterinya, Khadijah untuk beriman dan menerima petunjuk dari Allah, kemudian
diikuti oleh anak angkatnya Ali ibn Abi Thalib (anak pamannya) dan Zaid ibn
Haritsah (seorang pembantu rumah tangganya yang kemudian diangkat menjadi anak
angkatnya). Kemudian sahabat karibya Abu Bakar Siddiq. Secara berangsur-angsur
ajakan tersebut di sampaikan secara meluas, tetapi masih terbatas di kalangan
keluarga dekat dari suku Quraisy.
b. Tahap pendidikan
Islam secara terang-terangan
Perintah dakwah secara
terang-terangan dilakukan oleh Rasulullah, seiring dengan jumlah sahabat yang
semakin banyak dan untuk meningkatkan jangkau seruan dakwah, karena diyakini
dengan dakwah tersebut banyak kaum Quraisy yang akan masuk agama islam.
c. Tahap
pendidikan Islam untuk Umum
Rasulullah mengubah strategi
dakwahnya dari seruan yang terfokus kepada keluarga dekat beralih kepada seruan
umum, umat manusia secara keseluruhan. Seruan dalam skala “ internasional”
tersebut didasarkan kepada perintah Allah dalam surah Al Hijr ayat 94-95.
(Samsul Nizar, 2007:32)
C. Materi Pendidikan Islam Pada Fase Mekkah
Materi pendidikan pada fase Mekkah yang diberikan oleh
Rasulullah antara lain, yaitu :
1. Pendidikan Tauhid
1. Pendidikan Tauhid
Pelaksanaan atau praktek
pendidikan tauhid tersebut diberikan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umatnya
dengan cara yang sangat bijaksana yaitu dengan menuntun akal pikiran untuk
mendapatkan dan meniru pengertian tauhid yang di ajarkan, dan sekaligus beliau
memberikan teladan dan contoh bagaimana pelaksanaan ajaran tersebut dalam
kehidupan sehari-hari secara kongkrit, kemudian beliau memerintahkan agar
umatnya mencontoh praktek pelaksanaan tersebut sesuai dengan apa yang
dicontohkanya. Berarti di sini Nabi Muhammad SAW telah mampu menyesuaikan diri
dengan pola kehidupan masyarakat jahiliah dengan mengajarkan ilmu tauhid secara
baik dengan tanpa kekerasan.
2. Pendidikan Amal dan Ibadah
Pada awalnya Nabi sholatnya
bersama sahabat-sahabatnya secara sembunyi-sembunyi. Namun setelah Umar ibn
Khattab masuk islam beliau melakukannya secara terang-terangan. Pada mulanya
sholat itu belum dilakukan sebanyak lima kali sehari semalam kemudian setelah
Nabi Isra’ dan Mi’raj barulah diwajibkan untuk sholat lima waktu. Adapun zakat
semasa di Mekkah diberikan kepada fakir miskin dan anak-anak yatim serta
membelanjakan harta untuk jalan kebaikan.
3. Pendidikan Akhlaq
Diantara akhlaq yang baik yang dianjurkan Nabi masa di
Mekkah, yaitu sebagai berikut :
a. Adil yang
mutlak, meskipun terhadap keluarga atau diri sendiri.
b. Pemaaf.
c. Menepati
janji, tepat pada waktunya.
d. Takut kepada
Allah semata dan tiada takut kepada berhala.
e. Berbuat
kebaikan kepada kedua orangtua, dan sebagainya. (Mahmud Yunus, 1963:12)
4. Pengajaran Al Quran
Materi pengajaran Al Quran dapat dirinci kepada :
a. Materi
baca-tulis Al Quran.
b. Materi Menghafal
ayat-ayat Al Quran.
c. Materi
Pemahaman Al Quran. (Samsul Nizar, 2007:34-35)
Pada fase Mekkah materi
pengajaran Al Quran yang diberikan hanya berkisar pada ayat-ayat Al Quran pada
surah-surah yang diturunkan ketika Nabi sebelum Hijrah ke Madinah. Surah yang diturun
di Mekkah inilah yang kemudian dikenal dengan nama surah Makkiyah. (Suwendi,
2004:7)
D. Metode Pendidikan Islam Pada Fase Mekkah
Pendidikan Islam adalah rangkaian
usaha membimbing, mengarahkan potensi hidup manusia yang berupa kemampuan –
kemampuan dasar dan kemampuan belajar, sesuai dengan nilai-nilai islam,
sehingga terjadilah perubahan pribadinya sebagai makhluk individual, sosial
serta dalam hubungannya dengan alam sekitar dimana ia hidup. (Erwin Mahrus
& Moh. Haitami Salim, 2008:162).
Untuk mencapai pada pengertian
pendidikan tersebut tentunya seorang pendidik memerlukan metode-metode yang
tepat dalam pelaksanaan pendidikan. Begitu juga dengan Rasulullah dalam
mendidik sahabat-sahabatnya. Adapun metode pendidikan yang dilakukan Rasulullah
dalam mendidik sahabatnya antara lain :
1. Metode
ceramah.
2. Dialog.
3. Diskusi /
tanya jawab.
4. Metode
perumpamaan.
5. Metode
kisah.
6. Metode
pembiasaan.
7. Metode
hafalan. (Samsul Nizar, 2007:35)
Adapun Salah satu faktor penting
yang menurut saya merupakan metode pendidikan Islam yang menjadikan kejayaan
pendidikan Islam yang dijalankan Rasulullah Saw. Faktor tersebut ialah “karena
beliau menjadikan dirinya sebagai model dan teladan bagi umatnya. Rasulullah
Saw. adalah al Qur’an yang hidup (the living Qur’an) artinya pada diri
Rasulullah SAW tercermin semua ajaran al Qur’an dalam bentuk nyata. Beliau
adalah pelaksana pertama semua perintah Allah dan meninggalkan semua
larangannya. Oleh karena itu para sahabat dimudahkan dalam mengamalkan ajaran
Islam yaitu dengan meniru perilaku Rasulullah Saw.”
E. Kurikulum Pendidikan Islam Pada Fase Mekkah
Kurikulum merupakan pedoman
ataupun dasar dalam pelaksanaan pendidikan. Pada masa Rasulullah kurikulum yang
digunakan adalah Al Quran yang Allah Wahyukan sesuai dengan kondisi dan
situasi, kejadian dan peristiwa yang dialami pada saat itu. (Samsul Nizar, 2007:36)
F. Lembaga Pendidikan Islam Pada Fase Mekkah
Penulis Kamaruzzaman dalam buku
Sejarah Pendidikan Islam, menyebutkan ada dua tempat yang menjadi lembaga
pendidikan Islam pada fase Mekkah, yaitu:
1. Rumah Arqam ibn Arqam
Rumah Arqam ibn Arqam merupakan
tempat pertama berkumpulnya kaum muslimin beserta Rasulullah untuk belajar
hukum – hukum dan dasar-dasar ajaran Islam. Rumah ini merupakan lembaga
pendidikan pertama atau madrasah yang pertama sekali dalam islam, adapun yang
mengajar dalam lembaga tersebut adalah Rasulullah sendiri.
2. Kuttab
Pendidikan di Kuttab pada awalnya lebih terfokus pada
materi baca tulis sastra, syair Arab, dan pembelajaran berhitung namun setelah
datang Islam materinya ditambah dengan materi baca tulis Al Quran dan memahami
hukum-hukum Islam. (Samsul Nizar, 2007:36-37)
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pokok pembinaan pendidikan islam
di kota Makkah adalah pendidikan tauhid, titik beratnya adalah menanamkan
nilai-nilai tauhid ke dalam jiwa setiap individu muslim. Hal ini ditanamkan
Rasulullah karena pada saat itu kondisi masyarakat Mekkah masih dalam keadaan
jahiliyah dan masih banyak yang menyelbah berhala. Tujuan penanaman nilai-nilai
tauhid ini adalah agar jiwa mereka terpancar sinar tauhid dan tercermin dalam
perbuatan dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan fase Mekkah merupakan
fase terberat bagi Nabi Muhammad SAW. Karena di Mekkah Nabi banyak mengalami
kesulitan dan tantangan dari masayarakat Mekkah yang masih belum menerima
adanya agama islam. Hal ini dapat dilihat pada tahap awal Pendidikan Islam yang
dilakukan Rasulullah yang dilakukan secara tersembunyi dan hanya berkisar pada
kerabat dekatnya saja.
B. Kritik dan Saran
Penulis menyadari bahwa masih
banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini, baik dari segi penulisan maupun
cara penyampaiannya, karena itu penulis sangat mengharapkan sekali kritik dan
Saran yang bersifat membangun, khususnya dari Dosen dan umumnya dari para
pembaca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar