MAKALAH
KEBIJAKAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA
“ Hasil Observasi Tentang Analisis Kurikulum 2013 pada
Proses Belajar Mengajar di MAN Wonokromo Bantul Yogyakarta Mata Pelajaran
Pendidikan Agama Islam ”
Dosen
Pembimbing : Dr. H. Abdul Madjid, M. Ag

Disusun Oleh :
1.
Uun
Rahmawati 20130720101
2.
Annisa
Putri Nabila 20130720061
3.
Miftah
Rizky Rahmatika 20130720074
4.
Khafidz
Sholeh 20130720082
5.
Ahmad
Nasrul Fajri 20130720064
Kelas
: PAI B
JURUSAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS
AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2014
KATA PENGANTAR
Alhamdul’illatirobbil ‘alamin segala puji dan syukur
penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan taufik dan
hidayahnya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini,
namun penulis menyadari makalah ini belum dapat dikatakan sempurna karena
mungkin masih banyak kesalahan-kesalahan. Shalawat serta salam semoga selalu
dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada
para sahabatnya, dan mudah-mudahan sampai kepada kita selaku umatnya.
Makalah ini penulis susun untuk memenuhi tugas Mata
Kuliah Kebijakan Pendidikan Agama Islam di Indonesia, dalam makalah ini penulis
membahas mengenai “Analisis Penerapan Kurikulm 2013 pada Proses Belajar
Mengajar di MAN Wonokromo Bantul Yogyakarta Mata Pelajaran Pendidikan Agama
Islam ”. Dengan makalah ini penulis
mengharapkan agar dapat membantu sistem pembelajaran. Penulis ucapkan terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan
makalah ini.
1. Kepada
Bapak Dr. H. Abdul Madjid, M.Ag selaku dosen mata kuliah Kebijakan Pendidikan
Agama Islam di Indonesia yang telah membimbing penulis dalam menyelesaikan
makalah ini.
2. Kepada
kedua orang tua kami yang telah memberikan motivasi baik secara riil maupun materiil
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
3. Tidak
lupa kepada teman- teman yang selalu mendukung dan membantu penulis dalam
penyelesaian makalah ini.
Akhir
kata, penulis mengucapkan terimakasih atas perhatiannya. Mengingat makalah ini
jauh dari kata sempurna, maka penulis mengharap akan adanya kritik dan saran
dari para pembaca supaya penulis bisa memperbaiki karya- karya referensi
makalah selanjutnya.
Yogyakarta, November 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ...........................................................................................................................
Daftar
Isi
......................................................................................................................................
A.
BAB
I PENDAHULUAN
ü Latar
Belakang ..............................................................................................
ü Rumusan
Masalah .........................................................................................
ü Tujuan
Penulisan ...........................................................................................
ü Metode
Penulisan ..........................................................................................
B.
BAB
II PEMBAHASAN
1.
PENGERTIAN
KURIKULUM .......................................................................
2.
RASIONAL
PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013
ü Tantangan
Internal
...................................................................................
ü Tantangan
Eksternal ................................................................................
ü Penyempurnaan
Pola Pikir
......................................................................
ü Penguatan
Tata Kelola Kurikulum ..........................................................
ü Penguatan
Materi
.....................................................................................
3.
KARAKTERISTIK
KURIKULUM 2013 .......................................................
4.
TUJUAN
KURIKULUM 2013 .........................................................................
5.
KERANGKA
DASAR KURIKULUM
ü Landasan
Filosofis
...................................................................................
ü Landasan
Teoritis ....................................................................................
ü Landasan
Yuridis
.....................................................................................
6.
STRUKTUR
KURIKULUM
ü Kompetensi
Inti .......................................................................................
7.
PROFIL
MAN WONOKROMO BANTUL YOGYAKARTA .....................
8.
FOKUS
BAHASAN ...........................................................................................
9.
PRODUK
KEBIJAKAN PENDIDIKAN ........................................................
10.
FORMULASI
KEBIJAKAN ............................................................................
11.
IMPLEMENTASI
KURIKULUM 2013 MAPEL PAI DAN BAHASA ARAB DI MAN WONOKROMO BANTUL YOGYAKARTA ...................
12.
ANALISIS
ü Kurangnya
Sosialisasi dan Pelatihan Bagi Guru .....................................
ü Lambatnya
Penyaluran Buku Pegangan baik Bagi Guru Maupun Siswa
ü Kesulitan
Peserta Didik Dalam Mengikuti Pembelajaran Scientific di Kurikulum 2013 ini
.................................................................................
13.
UPAYA
GURU DALAM MENGATASI HAMBATAN PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 ..........................................................................................
14.
KETERLIBATAN
KONTROL PUBLIK .......................................................
15.
DAMPAK
KEBIJAKAN KURIKULUM 2013
ü Dampak
Positif
........................................................................................
ü Dampak
Negatif ......................................................................................
C.
BAB
III PENUTUP
ü Kesimpulan
..............................................................................................
ü Saran
........................................................................................................
Dokumentasi
................................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
·
Aspek
Realitas
Munculnya kurikulum 2013 menimbulkan respon
bermacam-macam baik dari kalangan pakar maupun praktisi pendidikan juga
masyarakat lainnya. Namun adanya variasi opini mereka menunjukkan bahwa mereka
memiliki kepedulian terhadap peningkatan pembangunan sistem pendidikan.
Bagi yang pro, akan melihat kurikulum ini sebagai
motivasi dan penerapannya lebih efektif dan efisien. Sebagai motivasi, guru
akan lebih professional dalam melaksanakan tugasnya. Karena, peserta didik
lebih banyak berperan, kreatif dan inovatif dalam menggali ilmu pengetahuan
baik aspek kognitif, afektif maupun psikomotor. Sementara guru lebih banyak
membimbing dan mengarahkan juga sebagai mediator dan fasilitator dalam
proses pembelajaran yang juga ditunjang dengan proses penilaian yang autentik.
Sementara bagi yang kontra, akan melihat kurikulum
2013 akan menjadi beban, terutama bagi guru yang tidak punya semangat
mengajar. Karena tuntutan sebagai guru professional lebih dikedepankan.
Sementara bagi guru yang tidak disiplin dan tidak professional apalagi yang
tidak mau maju, tuntutan dalam kurikulum 2013 bagi mereka terasa berat. Jadi,
Implementasi kurikulum 2013 bisa menjadi motivasi bisa juga menjadi “beban”
terutama bagi guru sebagai praktisi pendidikan yang terkait langsung dengan peserta
didik.
·
Aspek
Idealitas
Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia
Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang
beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi
pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban
dunia.Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah
dikembangkan dengan landasan filosofis yang memberikan dasar bagi pengembangan
seluruh potensi peserta didik menjadi manusia Indonesia berkualitas yang
tercantum dalam tujuan pendidikan Nasional.
Dengan filosofi ini, kurikulum 2013 bermaksud untuk
mengembangkan potensi peserta didik menjadi kemampuan dalam berfikir reflektif
bagi penyelesaian masalah sosial di masyarakat, dan untuk membangun kehidupan
masyarakat demokratis yang lebih baik.
·
Relevansi
Problematika
Berdasarkan pada Aspek Realitas dan Idealitas diatas
maka dapat disimpulkan bahwa Kurikulum 2013 belum seutuhnya berjalan baik di
masyarakat. Terbukti dengan adanya pro dan kontra terhadap kurikulum 2013
tersebut.Kurikulum 2013 mengembangkan kehidupan individu peserta didik dalam
beragama, seni, kreativitas, berkomunikasi, nilai dan berbagai dimensi
inteligensi yang sesuai dengan diri seorang peserta didik dan diperlukan
masyarakat, bangsa dan umat manusia. Oleh karena itu perlunya kerjasama antar semua pihak baik yang terkait
dengan lembaga pendidikan maupun masyarakat itu sendiri.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1. Bagaimana implementasi kebijakan Departemen Agama
Kota Yogyakarta tentang kurikulum di MAN Wonokromo Bantul Yogyakarta?
2. Faktor- faktor apa sajakah yang menjadi penghambat
dalam pelaksanaan kurikulum 2013 di MAN Wonokromo Bantul Yogyakarta?
3. Bagaimana upaya guru PAI dalam mengatasi hambatan
pelaksanaan kurikulum 2013 ini?
C.
TUJUAN
PENULISAN
Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui hambatan dalam mengimplementasi
kurikulum 2013 pada Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab di MAN Wonokromo Bantul
Yogyakarta, serta bagaimana upaya guru dalam mengatasi hambatan tersebut.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum 2013 belum dapat diterapkan sesuai
dengan harapan pemerintah. Terutama para guru masih kesulitan dalam menerapkan
kurikulum 2013 ini. Terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaan kurikulum 2013
yaitu, kurangnya sosialisasi dan pelatihan, kurangnya pendampingan, serta
kurangnya penguasaan komputer.
D.
METODE PENULISAN
v
Jenis Penelitian
Jenis
Penelitian yang kami gunakan yaitu penelitian kualitatif dengan metode
deskriptif. Pada penelitian ini peneliti memaparkan pelaksanaan kurikulum 2013
di MAN Wonokromo Bantul Yogyakarta.
v
Teknik Pengumpulan Data
1. Wawancara
Jenis
wawancara dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur yaitu peneliti
telah menyiapkan masalah dan pertanyaan- pertanyaan yang akan diajukan kepada
narasumber. Metode ini digunakan untuk mengetahui implementasi kurikulum 2013
pada mata pelajaran PAI khususnya pelajaran Bahasa Arab di MAN Wonokromo Bantul
Yogyakarta. Dimana Responden dalam penelitian ini yaitu Guru Mata Pelajaran
Bahasa Arab, Guru BK, dan peserta didik.
Adapun kisi- kisi wawancara dalam penelitian ini
yaitu :
a) Bagi guru Mata Pelajaran Bahasa Arab
-
Sosialisasi dan pelatihan guru
-
Pendekatan pembelajaran
- Penilaian
b) Bagi peserta didik
- Kesiapan
peserta didik dalam menerima kurikulum baru ini
- Kesulitan
dengan pembelajaran scientific
2. Observasi
Untuk
memperoleh data yang akurat, peneliti melakukan observasi untuk melihat implementasi kurikulum 2013 dalam proses
pembelajaran PAI khususnya Mata Pelajaran Bahasa Arab di MAN Wonokromo Bantul
Yogyakarta.
v
Teknik Analisis Data
Pengumpulan
Data melalui wawancara. Peneliti melakukan wawancara dengan beberapa informan
untuk memperoleh data berkaitan dengan kesiapan guru, hambatan yang dihadapi
dalam mengimplementasikan kurikulum 2013, serta jalan keluar yang diambil untuk
mengatasi kesulitan tersebut.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian
Kurikulum
Undang-Undang Nomor 20 Tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah
seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran
serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran
untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, ada
dua dimensi kurikulum, yang pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai
tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang
digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
Kurikulum 2013 yang
diberlakukan mulai tahun ajaran 2013/2014 memenuhi kedua dimensi tersebut.
2. Rasional
Pengembangan Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan faktor-faktor sebagai
berikut:
a.
Tantangan Internal
Tantangan internal antara lain terkait dengan kondisi
pendidikan dikaitkan dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan)
Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar isi, standar proses, standar
kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana
dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian
pendidikan.
Tantangan internal lainnya
terkait dengan perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan
penduduk usia produktif. Saat ini jumlah penduduk Indonesia usia produktif
(15-64 tahun) lebih banyak dari usia tidak produktif (anak-anak berusia 0-14
tahun dan orang tua berusia 65 tahun ke atas). Jumlah penduduk usia produktif
ini akan mencapai puncaknya pada tahun 2020-2035 pada saat angkanya mencapai
70%. Oleh sebab itu tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana mengupayakan
agar sumberdaya manusia usia produktif yang melimpah ini dapat
ditransformasikan menjadi sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi dan
keterampilan melalui pendidikan agar tidak menjadi beban.
b. Tantangan Eksternal
Tantangan eksternal
antara lain terkait dengan arus globalisasi dan berbagai isu yang terkait
dengan masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan
industri kreatif dan budaya, dan perkembangan pendidikan di tingkat
internasional. Arus globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat dari agraris
dan perniagaan tradisional menjadi masyarakat industri dan perdagangan modern
seperti dapat terlihat di World Trade Organization (WTO), Association
of Southeast Asian Nations (ASEAN) Community, Asia-Pacific Economic
Cooperation (APEC), dan ASEAN Free Trade Area (AFTA). Tantangan
eksternal juga terkait dengan pergeseran kekuatan ekonomi dunia, pengaruh dan
imbas teknosains serta mutu, investasi, dan transformasi bidang pendidikan.
Keikutsertaan Indonesia di dalam studi International Trends in International
Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Program for International
Student Assessment (PISA) sejak tahun 1999 juga menunjukkan bahwa capaian
anak-anak Indonesia tidak menggembirakan dalam beberapa kali laporan yang
dikeluarkan TIMSS dan PISA. Hal ini disebabkan antara lain banyaknya materi uji
yang ditanyakan di TIMSS dan PISA tidak terdapat dalam kurikulum Indonesia.
c. Penyempurnaan Pola Pikir
Kurikulum 2013 dikembangkan
dengan penyempurnaan pola pikir sebagai berikut:
1) pola pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran
berpusat pada peserta didik. Peserta didik harus memiliki pilihan-pilihan
terhadap materi yang dipelajari untuk memiliki kompetensi yang sama;
2) pola pembelajaran satu arah (interaksi guru-peserta didik)
menjadi pembelajaran interaktif (interaktif guru-peserta
didik-masyarakat-lingkungan alam, sumber/media lainnya);
3) pola pembelajaran terisolasi menjadi pembelajaran secara
jejaring (peserta didik dapat menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja
yang dapat dihubungi serta diperoleh melalui internet);
4) pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran aktif-mencari
(pembelajaran siswa aktif mencari semakin diperkuat dengan model pembelajaran
pendekatan sains);
5) pola belajar sendiri menjadi belajar kelompok (berbasis tim);
6) pola pembelajaran alat tunggal menjadi pembelajaran berbasis
alat multimedia;
7) pola pembelajaran berbasis massal menjadi kebutuhan pelanggan (users)
dengan memperkuat pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap peserta
didik;
8) pola pembelajaran ilmu pengetahuan tunggal (monodiscipline)
menjadi pembelajaran ilmu pengetahuan jamak (multidisciplines); dan
9) pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran kritis.
d. Penguatan
Tata Kelola Kurikulum
Pelaksanaan kurikulum selama
ini telah menempatkan kurikulum sebagai daftar matapelajaran. Pendekatan
Kurikulum 2013 untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah diubah sesuai dengan
kurikulum satuan pendidikan. Oleh karena itu dalam Kurikulum 2013 dilakukan
penguatan tata kelola sebagai berikut:
1) tata kerja guru yang bersifat individual diubah menjadi tata
kerja yang bersifat kolaboratif;
2) penguatan manajeman sekolah melalui penguatan kemampuan
manajemen kepala sekolah sebagai pimpinan kependidikan (educational leader);
dan
3) penguatan sarana dan prasarana untuk kepentingan manajemen dan
proses pembelajaran.
e. Penguatan Materi
Penguatan materi dilakukan
dengan cara pendalaman dan perluasan materi yang relevan bagi peserta didik.
3. Karakteristik Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 dirancang
dengan karakteristik sebagai berikut:
1. mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual
dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan
intelektual dan psikomotorik;
2. sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan
pengalaman belajar terencana dimana peserta didik menerapkan apa yang
dipelajari di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber
belajar;
3. mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta
menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat;
4. memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai
sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
5. kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang
dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar matapelajaran;
6. kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing
elements) kompetensi dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses
pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam
kompetensi inti;
7. kompetensi dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip
akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched)
antarmatapelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).
4. Tujuan Kurikulum
2013
Kurikulum 2013 bertujuan
untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai
pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan
afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
bernegara, dan peradaban dunia.
5. Kerangka Dasar Kurikulum
A. Landasan Filosofis
Landasan filosofis dalam
pengembangan kurikulum menentukan kualitas peserta didik yang akan dicapai
kurikulum, sumber dan isi dari kurikulum, proses pembelajaran, posisi peserta
didik, penilaian hasil belajar, hubungan peserta didik dengan masyarakat dan lingkungan
alam di sekitarnya.
Kurikulum 2013 dikembangkan
dengan landasan filosofis yang memberikan dasar bagi pengembangan seluruh
potensi peserta didik menjadi manusia Indonesia berkualitas yang tercantum
dalam tujuan pendidikan nasional.
Pada dasarnya tidak ada
satupun filosofi pendidikan yang dapat digunakan secara spesifik untuk
pengembangan kurikulum yang dapat menghasilkan manusia yang berkualitas.
Berdasarkan hal tersebut, Kurikulum 2013 dikembangkan menggunakan filosofi
sebagai berikut:
1. Pendidikan berakar
pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan bangsa masa kini dan masa
mendatang. Pandangan ini menjadikan Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan
budaya bangsa Indonesia yang beragam, diarahkan untuk membangun kehidupan masa
kini, dan untuk membangun dasar bagi kehidupan bangsa yang lebih baik di masa
depan. Mempersiapkan peserta didik untuk kehidupan masa depan selalu menjadi
kepedulian kurikulum, hal ini mengandung makna bahwa kurikulum adalah rancangan
pendidikan untuk mempersiapkan kehidupan generasi muda bangsa. Dengan demikian,
tugas mempersiapkan generasi muda bangsa menjadi tugas utama suatu kurikulum.
Untuk mempersiapkan kehidupan masa kini dan masa depan peserta didik, Kurikulum
2013 mengembangkan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan luas bagi
peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diperlukan bagi kehidupan di masa
kini dan masa depan, dan pada waktu bersamaan tetap mengembangkan kemampuan
mereka sebagai pewaris budaya bangsa dan orang yang peduli terhadap permasalahan
masyarakat dan bangsa masa kini.
2. Peserta didik adalah
pewaris budaya bangsa yang kreatif. Menurut pandangan filosofi ini, prestasi
bangsa di berbagai bidang kehidupan di masa lampau adalah sesuatu yang harus
termuat dalam isi kurikulum untuk dipelajari peserta didik. Proses pendidikan
adalah suatu proses yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk
mengembangkan potensi dirinya menjadi kemampuan berpikir rasional dan
kecemerlangan akademik dengan memberikan makna terhadap apa yang dilihat, didengar,
dibaca, dipelajari dari warisan budaya berdasarkan makna yang ditentukan oleh
lensa budayanya dan sesuai dengan tingkat kematangan psikologis serta
kematangan fisik peserta didik. Selain mengembangkan kemampuan berpikir
rasional dan cemerlang dalam akademik, Kurikulum 2013 memposisikan keunggulan
budaya tersebut dipelajari untuk menimbulkan rasa bangga, diaplikasikan dan
dimanifestasikan dalam kehidupan pribadi, dalam interaksi sosial di masyarakat
sekitarnya, dan dalam kehidupan berbangsa masa kini.
3. Pendidikan ditujukan untuk mengembangkan kecerdasan intelektual
dan kecemerlangan akademik melalui pendidikan disiplin ilmu. Filosofi ini
menentukan bahwa isi kurikulum adalah disiplin ilmu dan pembelajaran adalah
pembelajaran disiplin ilmu (essentialism). Filosofi ini mewajibkan
kurikulum memiliki nama matapelajaran yang sama dengan nama disiplin ilmu,
selalu bertujuan untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan kecemerlangan
akademik.
4. Pendidikan untuk
membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang lebih baik dari masa lalu
dengan berbagai kemampuan intelektual, kemampuan berkomunikasi, sikap sosial,
kepedulian, dan berpartisipasi untuk membangun kehidupan masyarakat dan bangsa
yang lebih baik (experimentalism and social reconstructivism). Dengan filosofi
ini, Kurikulum 2013 bermaksud untuk mengembangkan potensi peserta didik menjadi
kemampuan dalam berpikir reflektif bagi penyelesaian masalah sosial di
masyarakat, dan untuk membangun kehidupan masyarakat demokratis yang lebih
baik.
Dengan demikian, Kurikulum
2013 menggunakan filosofi sebagaimana di atas dalam mengembangkan kehidupan
individu peserta didik dalam beragama, seni, kreativitas, berkomunikasi, nilai
dan berbagai dimensi inteligensi yang sesuai dengan diri seorang peserta didik
dan diperlukan masyarakat, bangsa dan ummat manusia.
B. Landasan Teoritis
Kurikulum 2013
dikembangkan atas teori “pendidikan berdasarkan standar” (standard-based
education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi (competency-based
curriculum). Pendidikan berdasarkan standar menetapkan adanya standar
nasional sebagai kualitas minimal warganegara yang dirinci menjadi standar isi,
standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar
pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Kurikulum berbasis kompetensi
dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluas-luasnya bagi peserta didik
dalam mengembangkan kemampuan untuk bersikap, berpengetahuan, berketerampilan,
dan bertindak.
Kurikulum 2013 menganut: (1)
pembelajaan yang dilakukan guru (taught curriculum) dalam bentuk proses
yang dikembangkan berupa kegiatan pembelajaran di sekolah, kelas, dan
masyarakat; dan (2) pengalaman belajar langsung peserta didik (learned-curriculum)
sesuai dengan latar belakang, karakteristik, dan kemampuan awal peserta didik.
Pengalaman belajar langsung individual peserta didik menjadi hasil belajar bagi
dirinya, sedangkan hasil belajar seluruh peserta didik menjadi hasil kurikulum.
C. Landasan Yuridis
Landasan yuridis Kurikulum 2013 adalah:
1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional;
3. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Nasional, beserta segala ketentuan yang dituangkan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional; dan
4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor
32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan.
6. Struktur Kurikulum
A. Kompetensi Inti
Kompetensi inti dirancang
seiring dengan meningkatnya usia peserta didik pada kelas tertentu. Melalui
kompetensi inti, integrasi vertikal berbagai kompetensi dasar pada kelas yang
berbeda dapat dijaga.
Rumusan kompetensi inti menggunakan notasi sebagai berikut:
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual;
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial;
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan; dan
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
7.
Profil MAN
Wonokromo Bantul Yogyakarta
MAN
Wonokromo Bantul merupakan SMA berbasiskan ajaran agama Islam yang beralamatkan
di Jalan Imogiri Timur km 10, Wonokromo, Pleret, Bantul Yogyakarta. Yang
terletak didaerah ruang lingkup puluhan pondok pesantren yang sangat strategis.
Didirikan pada tahun 1962. Dengan jumlah 19 kelas, yang meliputi jurusan IPA,
IPS, Bahasa dan Agama. Yang di kepalai oleh Drs. Rahmat Mizan, M.A
8. Fokus Bahasan
1)
Aspek Produk Kebijakan : pada aspek ini fokus bahasan akan
diarahkan kepada beberapa bentuk kebijakan Kurikulum 2013 di Lembaga Pendidikan
Islam. Adapun substansi fokus bahasannya sebagai berikut :
Ø Produk Peraturan Daerah, terkait dengan
pengembangan dan pemberdayaan lembaga pendidikan, khususnya Madrasah Aliyah
Negeri Wonokromo Bantul Yogyakarta
Ø Aneka Formulasi Kebijakan, terkait
dengan pengembangan dan pemberdayaan Madrasah Aliyah dalam hal pengembangan kompetensi peserta didik,
kemampuan aplikasi kurikulum 2013 pada individu peserta didik, tenaga pendidik
dan aspek lainnya.
2)
Aspek Implementasi dan Dampak Kebijakan : pada aspek ini fokus bahasan
akan diarahkan terhadap implementasi dan dampak kebijakan yang telah
dilaksanakan Pemerintahan Kota Yogyakarta bidang pemberdayaan pendidikan,
khususnya lembaga pendidikan agama. Adapun substansi fokus bahasan mencakup :
Ø Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum,
Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian Pendidikan Agama Islam.
Ø Dampak dari interaksi pengaruh kebijakan
Pemerintahan Kota Yogyakarta bidang Pendidikan Agama Islam terhadap
Madrasah Aliyah, dalam hal Peningkatan
Kompetensi, Pengembangan Kurikulum, dan Kualitas Tenaga Pengajar.
9. Produk Kebijakan Pendidikan
1.
UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan No. 69 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum
Sekolah Menengah Atas / MA
3. Peraturan Menteri Agama Republik
Indonesia No. 000912 Tahun 2013 tentang Kurikulum Madrasah 2013 Mata Pelajaran
Pendidikan Agama Islam
10. Formulasi Kebijakan
1. UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas
BAB X Tentang Kurikulum
a. Pasal 36
ayat (2) : Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan
dikembangkan dengan prinsip divertifikasi sesuai dengan satuan pendidikan,
potensi daerah, dan peserta didik.
b. Pasal 37
ayat (1) : Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat :
pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, bahasa, matematika, ilmu
pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, seni dan budaya, pendidikan jasmani
dan olahraga, ketrampilan/ kejuruan, dan muatan lokal.
c. Pasal 38
ayat (1) : Kerangka Dasar dan
Struktur Kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah.
2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 69 Tahun 2013
Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas / MA
KERANGKA DASAR KURIKULUM
A. Landasan Filosofis
Landasan filosofis dalam pengembangan
kurikulum menentukan kualitas peserta didik yang akan dicapai kurikulum, sumber
dan isi dari kurikulum, proses pembelajaran, posisi peserta didik, penilaian
hasil belajar, hubungan peserta didik dengan masyarakat dan lingkungan alam di
sekitarnya.
Kurikulum 2013 dikembangkan dengan
landasan filosofis yang memberikan dasar bagi pengembangan seluruh potensi
peserta didik menjadi manusia Indonesia berkualitas yang tercantum dalam tujuan
pendidikan nasional.
B. Landasan Teoritis
Kurikulum 2013 dikembangkan atas teori
“pendidikan berdasarkan standar” (standard-based education), dan teori
kurikulum berbasis kompetensi (competency-based curriculum). Pendidikan
berdasarkan standar menetapkan adanya standar nasional sebagai kualitas
minimal warganegara yang dirinci menjadi standar isi, standar proses, standar
kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana
dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian
pendidikan.
C. Landasan
Yuridis
Landasan yuridis
Kurikulum 2013 adalah:
1.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-undang
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
3. Undang-undang
Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional,
beserta segala ketentuan yang dituangkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional; dan
4. Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan
Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan.
STRUKTUR KURIKULUM
A. Kompetensi Inti
Kompetensi inti dirancang seiring dengan
meningkatnya usia peserta didik pada kelas tertentu. Melalui kompetensi inti,
integrasi vertikal berbagai kompetensi dasar pada kelas yang berbeda dapat
dijaga.
Rumusan kompetensi
inti menggunakan notasi sebagai berikut:
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk
kompetensi inti sikap spiritual;
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk
kompetensi inti sikap sosial;
3. Kompetensi
Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan; dan
4. Kompetensi
Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
3. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No. 000912 Tahun
2013 tentang Kurikulum Madrasah 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
v Ruang Lingkup Kelompok Mapel PAI dan Bahasa Arab di MA
Mapel Bahasa Arab
“Mata
Pelajaran Bahasa Arab merupakan suatu mata pelajaran yang diarahkan untuk
mendorong, membimbing, mengembangkan, dan membina kemampuan serta menumbuhkan
sikap positif terhadap Bahasa Arab, baik reseptif maupun produktif”.
Adapun tujuan Mapel Bahasa Arab di MA yaitu :
1) Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Arab baik lisan
maupun tulis yang mencakup empat kecakapan berbahasa, yaitu menyimak (istima’),
berbicara (kalam), membaca (qira’ah), dan menulis (kitabah).
2) Menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya bahasa Arab sebagai salah
satu bahasa asing yang untuk menjadi alat utama dalam belajar, khususnya dalam
mengkaji sumber- sumber ajaran Islam.
3) Mengembangkan pemahaman tentang saling keterkaitan antara bahasa
dan budaya serta memperluas cakrawala budaya.
11. Implementasi Kurikulum 2013 Mapel PAI dan Bahasa Arab di MAN
Wonokromo Bantul Yogyakarta
|
Tempat Observasi
|
Implementasi
|
Analisis
|
Rekomendasi
|
|
Tempat Observasi kami di MAN Wonokromo Bantul Yogyakarta
|
Di MAN yang kami observasi
ini, sudah menerapkan kurikulum 2013 pada kelas X di semua jurusan mulai
tahun ajaran 2014/ 2015
|
Pelaksanaan kurikulum 2013
ini dirasa kurang memuaskan dalam hal persiapan maupun pelaksaannya bagi
tenaga pendidik itu sendiri maupun bagi peserta didik.
|
Perlunya sosialisasi yang
cukup jelas dan mendalam terutama bagi tenaga pendidik di sekolah ini, serta
perlunya peningkatan kemampuan dalam penggunaan teknologi baik bagi tenaga
pendidik maupun peserta didik itu sendiri.
|
|
Tempat Observasi kami di MAN Wonokromo Bantul Yogyakarta
|
Lambatnya penyaluran buku
pegangan kurikulum 2013 ini baik bagi guru maupun bagi peserta didik
|
Sehingga akibat
keterlambatan distribusi buku pegangan ini, membuat guru melakukan inisiatif
sendiri mencari sumber dari internet ataupun sumber lainnya untuk nantinya
diajarkan kepada peserta didik.
|
Sebaiknya masalah ini harus
cepat ditangani oleh Departemen Agama sebagai naungan dari MA baik dari sisi
internal maupun eksternalnya, mengingat jika SMA sudah tidak mengalami
masalah keterlambatan buku panduan kurikulum 2013 ini.
|
|
Tempat Observasi
kami di MAN Wonokromo Bantul Yogyakarta
|
Kesiapan peserta
didik dalam menerima kurikulum baru serta Kesulitan dengan pembelajaran
scientific
|
Peserta didik merasa enjoy (menikmati) dengan diberlakukannya kurikulum
ini. Adapun kesulitan dalam pembelajaran scientific ini mungkin dirasa para
siswa dalam hal mereka harus dituntut aktif,
inovatif dan mandiri dalam pembelajaran. Seperti pembuatan makalah dan
ppt
|
Sebaiknya dalam hal ini, gurulah yang harus mampu kreatif dan inovatif
dalam hal strategi penyampaian materi yang disampaikan kepada siswa. Jika
para guru saja masih merasa kebingungan, bagaimana dengan peserta didiknya
itu sendiri. Jadi dapat dikatakan bahwa kurikulum 2013 ini masih samar- samar
dalam hal pelaksaannya.
|
12. ANALISIS
Kurangnya Sosialisasi dan Pelatihan bagi Guru
Di sekolah yang
kami observasi yaitu di MAN Wonokromo Bantul Yogyakarta , bahwa salah satu guru
mapel Bahasa Arab menyatakan bahwa “ Kurikulum 2013 ini sebetulnya bagus untuk
diterapkan, namun dalam hal persiapannya dirasa terlalu cepat ”. Selain itu dalam
hal persiapan ini, memang para guru yang akan mendapat jatah mengajar
menggunakan kurikulum 2013 ini sudah mengikuti sosialisasi dan pelatihan. Namun
dalam sosialisasi tersebut, terdapat kendala yaitu dirasa penjelasannya terlalu
cepat dan singkat bahkan pematerinya menurut saya juga masih samar- samar dalam
memahami apa sih sebenarnya kurikulum 2013 itu sendiri.
Selain itu,
dengan diberlakukannya kurikulum 2013 ini memang menuntut guru untuk belajar
dan belajar lagi. Terutama dalam hal penguasaan teknologi. Di MAN Wonokromo
Bantul Yogyakarta ini hampir semua guru sudah menggunakan sarana laptop dan LCD
dalam penyampaian pembelajaran dikelas. Selain penguasaan teknologi ini, guru
harus belajar lagi tentang materi Kurikulum 2013 itu sendiri, baik dari panduan
Silabus ataupun RPP yang harus mereka cari sendiri melalui internet ataupun
sumber lainnya.
Lambatnya Penyaluran Buku Pegangan baik bagi Guru maupun bagi
Siswa
Di MAN Wonokromo Bantul ini, memang distribusi buku pegangan untuk
kurikulum 2013 mengalami hambatan. Tidak seperti di SMA yang tidak mengalami
hambatan distribusi buku pegangan walaupun mereka sudah menerapkan kurikulum
2013. Hal ini mungkin disebabkan karena antara MAN dan SMA dinaungi oleh bidang
masing- masing. SMA dinanungi oleh Dinas Pendidikan langsung dari pusat,
sedangkan MAN dinaungi oleh Departemen Agama.
Sebaiknya masalah
ini harus cepat ditangani. Karena jika tidak ada buku pegangan, guru maupun
para siswa juga akan kesulitan dalam proses pembelajaran di kelas.
Kesulitan
Peserta didik dalam mengikuti Pembelajaran Scientific di Kurikulum 2013 ini
Pembelajaran Scientific menuntut siswa untuk aktif, inovatif dan
mandiri dalam pembelajaran. Hal ini tentunya merubah sistem pembelajaran dari
kurikulum sebelumnya, serta merubah pola pikir peserta didik dalam mengatasi
persoalan yang dihadapi. Hal semacam ini memang baik untuk diterapkan. Namun
tak lupa, bahwa setiap perubahan yang terjadi pasti diikuti dengan dampak
didalamnya, baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Salah satu dampak
negatifnya yaitu para siswa mulai kecanduan dalam bermain sosial media ketika
mereka mengerjakan tugas atau mencari referensi lainnya. Selain itu, terkadang
para siswa suka hanya men-copy dari internet kemudian dipaste menjadi tugas
mereka sendiri. Hal ini tentunya tidak baik untuk dilanjutkan bagi para siswa,
apalagi jika mereka nantinya sudah masuk dijenjang perkuliahan. Memang
kurikulum 2013 ini mengajarkan siswa untuk berfikir yang lebih rasional ke
depan, tetapi untuk menciptakan semua itu perlu usaha yang maksimal serta
pengawasan yang mendalam.
13. Upaya Guru dalam Mengatasi Hambatan Pelaksanaan Kurikulum 2013
Upaya yang dilakukan untuk mengatasi
hambatan tersebut adalah melalui :
- Melakukan diskusi dengan para guru lainnya,
- Berkonsultasi dengan pengawas,
- Menyamakan persepsi guru tentang kurikulum 2013
melalui Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP),
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLKG),
- Serta meningkatkan penguasaan komputer,
14. Keterlibatan
Kontrol Publik
Ø Kurikulum ini menjadi kekuatan bagi
masyarakat kedepannya dikarenakan para siswa dipersiapkan untuk berkembang
dengan cara lebih banyak menggunakan laptop dalam sistem pembelajaran dan sudah
dianjurkan membuat makalah serta mempersentasikan makalah tersebut dengan menggunakan
aplikasi power point seperti yang telah dilakukan mahasiswa di bangku kuliah,
karena mereka akan dipersiapkan terjun dimasyarakat.
Ø Kepercayaan masyarakat terhadap instansi
pendidikan inilah menjadikan kontrol publik agar instansi tersebut benar-benar
mendidik siswanya yang dapat dipersiapkan untuk masyarakat.
Ø Namun kebijakan ini terlihat samar dimata
publik
15. Dampak
Kebijakan Kurikulum 2013
v Dampak Positif :
1. Kompetensi lulusan yang meningkat.
2. Pengembangan diri terintegrasi pada setiap mata pelajaran dan
ekstrakurikuler.
v Dampak Negatif :
1. Kurikulum dibuat tidak melalui riset dan evaluasi yang mendalam
2. Memberatkan siswa, karena jam pelajaran ditambah padahal siswa
mempunyai batas maksimal waktu konsentrasi dalam belajar
3. Ketidaksiapan guru karena terkesan penerapan kurikulum ini mendadak.
4. Dalam kurikulum 2013, guru tidak lagi diwajibkan untuk membuat
silabus atau bahan ajar.
5. Terforsirnya waktu siswa di sekolah untuk belajar dan mengikuti
ekstrakurikuler yang diwajibkan dalam ketentuan kurikulum 2013.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kurikulum
2013 merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya, setiap kurikulum pasti
memiliki kelebihan dan kekurangan masing- masing. Oleh karena itu kita harus
tetap mendukung upaya pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan di
Indonesia demi menciptakan peserta didik yang beriman, bertakwa, berakhlak
mulia dan sesuai dengan pancasila demi memenuhi perkembangan zaman.
Adapun
kelebihan kurikulum 2013 ini :
ü Pendidikan
karakter yang penting harus diintegrasikan ke semua program studi.
ü Kreatif
dan Inovatif.
ü Siswa
dan Guru menjadi aktif dan mandiri.
Kekurangan
kurikulum 2013 :
ü Tidak
ada keseimbangan antara proses pembelajaran dengan hasil pembelajaran.
ü Kurangnya
sosialisasi mendalam tentang kurikulum 2013 ini.
ü Cenderung
dadakan, sehingga antara siswa dan guru sama- sama saling belajar tentang
kurikulum 2013 ini.
B.
Saran
Suatu
kurikulum haruslah mengandung isi dan arah perbaikan yang lebih baik. Kurikulum
juga harus sesuai dengan perkembangan zaman dan tidak memberatkan siswa apalagi
sampai membebankan siswa. Begitu pun dengan harapan kami pada kurikulum 2013
ini agar dapat membuat kemajuan dibidang pendidikan dan dapat mencetak pribadi
yang cinta damai, sopan, serta berakhlak mulia.
Dalam hal
penyusunan makalah ini tentu tidak terlepas dari kesalahan. Ibarat kata
pepatah, tidak ada gading yang tak retak. Oleh karena itu, penyusun meminta saran dan kritik yang
membangun dari para pembaca untuk mencapai kesempurnaan makalah selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar