1 Dua
pendapat dari ahli tentang filsafat manajemen pendidikan islam yaitu :
Ramayulis (2008 : 260)
“
Manajemen pendidikan islam yaitu proses pemanfaatan semua sumber daya yang
dimiliki (umat Islam, lembaga pendidikan atau lainnya) baik perangkat keras
maupun lunak. Pemanfaatan tersebut dilakukan melalui kerjasama dengan orang
lain secara efektif, efisien dan produktif untuk mencapai kebahagiaan dan
kesejahteraan baik di dunia maupun di akhirat”.
Prof. Dr. Mujamil Qomar
“
Manajemen pendidikan islam adalah suatu proses pengelolaan lembaga pendidikan
Islam secara islami dengan cara menyiasati sumber- sumber belajar dan hal- hal
lain yang terkait untuk mencapai tujuan pendidikan islam secara efektif dan
efisien”.
Adapun Persamaan dan Perbedaan diantara Keduanya yaitu :
|
No
|
Nama
Ahli
|
Persamaan
|
Perbedaan
|
|
1.
|
Ramayulis (2008 : 260)
|
Adapun
persamaan dari kedua pendapat diatas yaitu bahwa manjemen pendidikan islam
pada intinya adalah proses pemanfaatan dan pengelolaan lembaga pendidikan
yang ada dengan memaksimalkan sumber daya dan sumber belajar yang ada untuk
mencapai tujuan pendidikan islam yang efektif dan efisien.
|
Manajemen
pendidikan islam lebih
menekankan pada pemanfaatan sumber
daya yang dimiliki melalui kerjasama dengan orang lain untuk
mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan didunia dan di akhirat.
|
|
2.
|
Prof.
Dr. Mujamil Qomar
|
Manajemen
pendidikan islam lebih
menekankan pada pengelolaan sumber daya yang ada secara Islami
demi tercapainya tujuan pendidikan islam yang efektif dan efisien.
|
Menurut Pendapat Saya :
Menurut saya tentang pendapat dari dua ahli tersebut mengenai
definisi dari manajemen pendidikan islam yaitu bahwa diantara keduanya memang
ditemukan persamaan dan perbedaan seperti yang sudah saya utarakan melalui
tulisan diatas. Namun disini saya hanya akan menganalisis dari pendapat yang
diutarakan oleh dua ahli tersebut yaitu :
Ramayulis (2008 : 260)
“ Manajemen pendidikan islam yaitu proses pemanfaatan semua sumber
daya yang dimiliki (umat Islam, lembaga pendidikan atau lainnya) baik perangkat
keras maupun lunak. Pemanfaatan tersebut dilakukan melalui kerjasama dengan
orang lain secara efektif, efisien dan produktif untuk mencapai kebahagiaan dan
kesejahteraan baik di dunia maupun di akhirat”.
Didalam pendapatnya tersebut, jelas sudah tertulis bahwa menurut Ramayulis
(2008 : 260) Manajemen pendidikan islam lebih menekankan pada proses
pemanfaatan sumber daya yang dimilki, baik itu yang ada pada umat Islam,
lembaga pendidikan dan lainnya. Kemudian pemanfaatan tersebut dilakukan secara kerjasama/
gotong royong dengan orang lain untuk mencapai tujuan pendidikan islam
yang efektif dan efisien serta untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Hal yang membedakan antara pendapat Ramayulis (2008 : 260)
dengan pendapat ahli lainnya yaitu terletak pada adanya kerjasama/ gotong
royong dengan orang lain. Dalam hal ini saya sangat setuju dengan
adanya kerjasama tersebut demi tercapainya tujuan pendidikan islam yang efektif
dan efisien. Mengapa? Karena suatu usaha, suatu keinginan yang besar akan
tercapai dengan lebih mudah apabila dilakukan dengan adanya kerjasama tersebut.
Apalagi demi tercapainya suatu kemajuan pendidikan bangsa yang islami. Hal ini
tentunya membutuhkan suatu usaha yang keras dan sungguh- sungguh untuk
mewujudkannya. Selain itu dalam pendapatnya juga, beliau mengatakan bahwa
tujuan dari manajemen pendidikan islam ini demi tercapainya kebahagiaan dan
kesejahteraan baik didunia maupun diakhirat.
Hal ini mengindikasi bahwa adanya suatu tujuan yang sangat tertata
dan kompleks yaitu mencapai kebahagiaan diakhirat. Hal ini juga tidak
mengherankan, karena disini kita membahas tentang substansi Islam, dimana Islam
itu identik dengan cita- citanya bahagia didunia dan di akhirat. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa pendapat dari Ramayulis (2008 : 260) ini sangat baik
dan sesuai dengan pembahasan kita yaitu tentang filsafat manajemen pendidikan
islam.
Prof. Dr. Mujamil Qomar
“ Manajemen pendidikan islam adalah suatu proses pengelolaan
lembaga pendidikan Islam secara islami dengan cara menyiasati sumber- sumber
belajar dan hal- hal lain yang terkait untuk mencapai tujuan pendidikan islam
secara efektif dan efisien”.
Dalam pendapatnya
tersebut, jelas Prof. Dr. Mujamil Qomar menekankan pada proses
pengelolaan lembaga pendidikan islam secara Islami dengan cara menyiasati
sumber- sumber belajar dan lainnya yang terkait untuk mencapai tujuan
pendidikan islam secara efektif dan efisien. Dalam hal ini berarti beliau
menilik pada proses pengelolaannya, dimana terkadang sudah banyak lembaga
pendidikan yang sudah didirikan namun perkembangannya tidak menunjukkan hasil
yang maksimal. Ketidakmaksimalan ini mungkin saja bisa dipengaruhi faktor
pengelolaan yang kurang baik.
Langkah lainnya
untuk memaksimalkan kinerja dari lembaga pendidikan islam itu sendiri yaitu
dengan cara menyiasati sumber- sumber belajar dan hal- hal lain yang terkait,
tidak hanya yang ada sumber- sumber yang berasal dari buku atau lainnya yang
masih konvensional, namun seharusnya kita harus memanfaatkan kemajuan teknologi
yang sudah sangat maju ini untuk menambah wawasan kita ke depannya. Didalam dunia
pendidikan sendiri, tentunya tidak dapat dipisahkan dari apa yang namanya
teknologi. Keduanya saling membutuhkan, sehingga usaha kita tentunya akan
terbantu dalam peningkatan kualitas pendidikan islam di Indonesia ini jika kita
pandai- pandai dalam penggunaan teknologi tersebut. Tujuan yang diharapkan juga
akan mudah tercapai jika kita lebih kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan
segala sesuatu yang tadinya tidak terlihat manfaatnya menjadi bermanfaat untuk
kebaikan dan kemajuan bersama.
2.
Dua
pendapat ahli tentang prinsip- prinsip manajemen pendidikan islam yaitu :
Prinsip Manajemen Pendidikan Islam adalah asas kebenaran islami yang menjadi pokok dasar dalam
berfikir untuk sebuah proses perencanaan, peng-organisasian, memimpin,
mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya pendidikan guna mencapai tujuan
pendidikan yang islami untuk mencapai tujuan pendidikan.
Ramayulis (2008 : 262)
“ Prinsip
manajemen pendidikan islam ada delapan prinsip diantaranya : ikhlas, jujur,
amanah, adil, tanggung jawab, dinamis, praktis, dan fleksibel”.
Langgulung
(2000 : 248)
“ Prinsip
manajemen pendidikan islam ada tujuh macam, diantaranya : iman dan akhlak,
keadilan dan persamaan, musyawarah, pembagian kerja dan tugas, berpegang pada
fungsi manajemen, pergaulan dan keikhlasan”.
Adapun
Persamaan dan Perbedaan prinsip- prinsip manajemen pendidikan islam menurut
keduanya yaitu :
|
No.
|
Nama
Ahli
|
Persamaan
|
Perbedaan
|
|
1.
|
Ramayulis
(2008 : 262)
|
Adapun
persamaan diantara prinsip- prinsip yang dikemukakan oleh keduanya yaitu
sama- sama menggunakan prinsip islami yang sesuai dan mengacu pada Al- Qur’an
dan Al- Hadits serta sesuai dengan prinsip manajer seorang pendidik muslim.
|
Menurutnya
prinsip dalam manajemen pendidikan islam ada delapan prinsip yang sudah
penulis utarakan diatas. Selain itu, prinsip- prinsip yang dikemukakan
olehnya, lebih condong kearah sifat yang harus dimiliki seorang
manajer muslim dalam me- manage lembaga pendidikan islam.
|
|
2.
|
Langgulung
(2000 : 248)
|
Sedangkan
menurut beliau, bahwa prinsip manajemen pendidikan islam itu hanya ada tujuh
prinsip, seperti yang sudah penulis utarakan juga diatas. Adapun menurut
penulis, prinsip- prinsip ini lebih condong kearah sikap/ perilaku
terhadap orang lain yang harus dimiliki seorang manajer muslim dalam
mengelola lembaga pendidikan islam.
|
Menurut Pendapat Saya :
Adapun menurut pendapat saya, setelah saya menulis tentang
persamaan dan perbedaan prinsip- prinsip manajemen pendidikan islam, maka dapat
disimpulkan bahwa keduanya sebenarnya sama- sama memiliki prinsip- prinsip
manajemen pendidikan yang islami. Terbukti diantara banyak prinsip- prinsip
yang sudah penulis utarakan diatas tersebut, cocok dan mengacu pada sumbernya
yaitu Al- Qur’an dan Al- Hadits yang menjadi patokan umat muslim dalam
menjalani aturan tata nilai kehidupan didunia ini.
Yang perlu dicermati sedikit mungkin dari perbedaan nya, sebenarnya
dalam hal perbedaan ini tidak terlihat begitu mencolok. Tapi menurut penulis,
bahwa prinsip- prinsip manajemen pendidikan islam yang dikemukakan Ramayulis
(2008 : 262) lebih condong ke arah sifat- sifat yang harus
dimiliki oleh seorang manajer muslim dalam memimpin atau menjalankan sebuah
lembaga pendidikan islam.
Sedangkan prinsip- prinsip manajemen pendidikan islam yang
dikemukakan Langgulung (2000 : 248) lebih condong dan mengarah pada sikap/
perilaku terhadap orang lain yang harus dimiliki seorang manajer muslim
dalam mengelola lembaga pendidikan islam.
Itulah beberapa prinsip- prinsip yang akan sangat ideal jika
dimiliki dan dipegang oleh setiap manajer muslim. Tentu saja prinsip- prinsip
ini bukanlah prinsip- prinsip baku, artinya masih banyak prinsip- prinsip lain
yang dapat dikembangkan menurut pedoman Al- Qur’an dan Al- Hadits. Namun dalam
hal ini, beberapa prinsip yang telah penulis utarakan sebelumnya dirasa cukup
mendasar dan sangat penting jika dapat diimplementasikan dalam kehidupan
sehari- hari terutama sebagai ujung tombak dalam membangun kualitas lembaga
pendidikan yang unggul dan bermutu.
Me- manage sebuah lembaga pendidikan tentunya tidak terlepas dari
tantangan dan godaan. Oleh karena itu dibutuhkan prinsip- prinsip manajemen
yang kokoh sesuai dengan keyakinan dan ideologi yang dianut. Dalam hal ini
Islam sebagai agama Rahmatalil ‘alamiin memberikan rambu- rambu yang kokoh
berkaitan dengan manajemen pendidikan islam. Jika prinsip- prinsip ini
diterapkan dalam lembaga pendidikan seperti sekolahan, tentu akan menjadi suatu
keniscayaan bahwa jika kemudian pendidikan kita akan menunjukkan kemajuan yang
sangat pesat.
Semua itu juga tergantung pada doa dan usaha kita. Jika kita
bersungguh- sungguh dalam melakukan sesuatu tersebut, maka akan mungkin kita
memetik hasil yang memuaskan pula. Dan sebaliknya jika kita malas dalam
melakukan sesuatu, niscaya kita akan mendapatkan kerugian bahwa apa yang kita
usahakan sebelumnya itu akan sia- sia. Selalu berdoa, berusaha dan yang
terkahir itu tawakkal kepada Allah Swt atas semua yang sudah kita usahakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar