Senin, 13 April 2015

Manajemen Pendidikan Islam



1    Dua pendapat dari ahli tentang filsafat manajemen pendidikan islam yaitu :
   Ramayulis (2008 : 260)
“ Manajemen pendidikan islam yaitu proses pemanfaatan semua sumber daya yang dimiliki (umat Islam, lembaga pendidikan atau lainnya) baik perangkat keras maupun lunak. Pemanfaatan tersebut dilakukan melalui kerjasama dengan orang lain secara efektif, efisien dan produktif untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan baik di dunia maupun di akhirat”.
   Prof. Dr. Mujamil Qomar
“ Manajemen pendidikan islam adalah suatu proses pengelolaan lembaga pendidikan Islam secara islami dengan cara menyiasati sumber- sumber belajar dan hal- hal lain yang terkait untuk mencapai tujuan pendidikan islam secara efektif dan efisien”.
Adapun Persamaan dan Perbedaan diantara Keduanya yaitu :
No
Nama Ahli
Persamaan
Perbedaan
1.
Ramayulis (2008 : 260)
Adapun persamaan dari kedua pendapat diatas yaitu bahwa manjemen pendidikan islam pada intinya adalah proses pemanfaatan dan pengelolaan lembaga pendidikan yang ada dengan memaksimalkan sumber daya dan sumber belajar yang ada untuk mencapai tujuan pendidikan islam yang efektif dan efisien.
Manajemen pendidikan islam lebih menekankan pada  pemanfaatan sumber daya yang dimiliki melalui kerjasama dengan orang lain untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan didunia dan di akhirat.
2.
Prof. Dr. Mujamil Qomar
Manajemen pendidikan islam lebih menekankan pada pengelolaan sumber daya yang ada secara Islami demi tercapainya tujuan pendidikan islam yang efektif dan efisien.

   Menurut Pendapat Saya :
Menurut saya tentang pendapat dari dua ahli tersebut mengenai definisi dari manajemen pendidikan islam yaitu bahwa diantara keduanya memang ditemukan persamaan dan perbedaan seperti yang sudah saya utarakan melalui tulisan diatas. Namun disini saya hanya akan menganalisis dari pendapat yang diutarakan oleh dua ahli tersebut yaitu :
   Ramayulis (2008 : 260)
“ Manajemen pendidikan islam yaitu proses pemanfaatan semua sumber daya yang dimiliki (umat Islam, lembaga pendidikan atau lainnya) baik perangkat keras maupun lunak. Pemanfaatan tersebut dilakukan melalui kerjasama dengan orang lain secara efektif, efisien dan produktif untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan baik di dunia maupun di akhirat”.
Didalam pendapatnya tersebut, jelas sudah tertulis bahwa menurut Ramayulis (2008 : 260) Manajemen pendidikan islam lebih menekankan pada proses pemanfaatan sumber daya yang dimilki, baik itu yang ada pada umat Islam, lembaga pendidikan dan lainnya. Kemudian pemanfaatan tersebut dilakukan secara kerjasama/ gotong royong dengan orang lain untuk mencapai tujuan pendidikan islam yang efektif dan efisien serta untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Hal yang membedakan antara pendapat Ramayulis (2008 : 260) dengan pendapat ahli lainnya yaitu terletak pada adanya kerjasama/ gotong royong dengan orang lain. Dalam hal ini saya sangat setuju dengan adanya kerjasama tersebut demi tercapainya tujuan pendidikan islam yang efektif dan efisien. Mengapa? Karena suatu usaha, suatu keinginan yang besar akan tercapai dengan lebih mudah apabila dilakukan dengan adanya kerjasama tersebut. Apalagi demi tercapainya suatu kemajuan pendidikan bangsa yang islami. Hal ini tentunya membutuhkan suatu usaha yang keras dan sungguh- sungguh untuk mewujudkannya. Selain itu dalam pendapatnya juga, beliau mengatakan bahwa tujuan dari manajemen pendidikan islam ini demi tercapainya kebahagiaan dan kesejahteraan baik didunia maupun diakhirat.
Hal ini mengindikasi bahwa adanya suatu tujuan yang sangat tertata dan kompleks yaitu mencapai kebahagiaan diakhirat. Hal ini juga tidak mengherankan, karena disini kita membahas tentang substansi Islam, dimana Islam itu identik dengan cita- citanya bahagia didunia dan di akhirat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendapat dari Ramayulis (2008 : 260) ini sangat baik dan sesuai dengan pembahasan kita yaitu tentang filsafat manajemen pendidikan islam.
   Prof. Dr. Mujamil Qomar
“ Manajemen pendidikan islam adalah suatu proses pengelolaan lembaga pendidikan Islam secara islami dengan cara menyiasati sumber- sumber belajar dan hal- hal lain yang terkait untuk mencapai tujuan pendidikan islam secara efektif dan efisien”.
            Dalam pendapatnya tersebut, jelas Prof. Dr. Mujamil Qomar menekankan pada proses pengelolaan lembaga pendidikan islam secara Islami dengan cara menyiasati sumber- sumber belajar dan lainnya yang terkait untuk mencapai tujuan pendidikan islam secara efektif dan efisien. Dalam hal ini berarti beliau menilik pada proses pengelolaannya, dimana terkadang sudah banyak lembaga pendidikan yang sudah didirikan namun perkembangannya tidak menunjukkan hasil yang maksimal. Ketidakmaksimalan ini mungkin saja bisa dipengaruhi faktor pengelolaan yang kurang baik.
            Langkah lainnya untuk memaksimalkan kinerja dari lembaga pendidikan islam itu sendiri yaitu dengan cara menyiasati sumber- sumber belajar dan hal- hal lain yang terkait, tidak hanya yang ada sumber- sumber yang berasal dari buku atau lainnya yang masih konvensional, namun seharusnya kita harus memanfaatkan kemajuan teknologi yang sudah sangat maju ini untuk menambah wawasan kita ke depannya. Didalam dunia pendidikan sendiri, tentunya tidak dapat dipisahkan dari apa yang namanya teknologi. Keduanya saling membutuhkan, sehingga usaha kita tentunya akan terbantu dalam peningkatan kualitas pendidikan islam di Indonesia ini jika kita pandai- pandai dalam penggunaan teknologi tersebut. Tujuan yang diharapkan juga akan mudah tercapai jika kita lebih kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan segala sesuatu yang tadinya tidak terlihat manfaatnya menjadi bermanfaat untuk kebaikan dan kemajuan bersama.

2.      Dua pendapat ahli tentang prinsip- prinsip manajemen pendidikan islam yaitu :
Prinsip Manajemen Pendidikan Islam adalah asas kebenaran islami yang menjadi pokok dasar dalam berfikir untuk sebuah proses perencanaan, peng-organisasian, memimpin, mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya pendidikan guna mencapai tujuan pendidikan yang islami untuk mencapai tujuan pendidikan.
  Ramayulis (2008 : 262)
“ Prinsip manajemen pendidikan islam ada delapan prinsip diantaranya : ikhlas, jujur, amanah, adil, tanggung jawab, dinamis, praktis, dan fleksibel”.
  Langgulung (2000 : 248)
“ Prinsip manajemen pendidikan islam ada tujuh macam, diantaranya : iman dan akhlak, keadilan dan persamaan, musyawarah, pembagian kerja dan tugas, berpegang pada fungsi manajemen, pergaulan dan keikhlasan”.

Adapun Persamaan dan Perbedaan prinsip- prinsip manajemen pendidikan islam menurut keduanya yaitu :
No.
Nama Ahli
Persamaan
Perbedaan
1.
Ramayulis (2008 : 262)

Adapun persamaan diantara prinsip- prinsip yang dikemukakan oleh keduanya yaitu sama- sama menggunakan prinsip islami yang sesuai dan mengacu pada Al- Qur’an dan Al- Hadits serta sesuai dengan prinsip manajer seorang pendidik muslim.
Menurutnya prinsip dalam manajemen pendidikan islam ada delapan prinsip yang sudah penulis utarakan diatas. Selain itu, prinsip- prinsip yang dikemukakan olehnya, lebih condong kearah sifat yang harus dimiliki seorang manajer muslim dalam me- manage lembaga pendidikan islam.
2.
Langgulung (2000 : 248)

Sedangkan menurut beliau, bahwa prinsip manajemen pendidikan islam itu hanya ada tujuh prinsip, seperti yang sudah penulis utarakan juga diatas. Adapun menurut penulis, prinsip- prinsip ini lebih condong kearah sikap/ perilaku terhadap orang lain yang harus dimiliki seorang manajer muslim dalam mengelola lembaga pendidikan islam.

  Menurut Pendapat Saya :
Adapun menurut pendapat saya, setelah saya menulis tentang persamaan dan perbedaan prinsip- prinsip manajemen pendidikan islam, maka dapat disimpulkan bahwa keduanya sebenarnya sama- sama memiliki prinsip- prinsip manajemen pendidikan yang islami. Terbukti diantara banyak prinsip- prinsip yang sudah penulis utarakan diatas tersebut, cocok dan mengacu pada sumbernya yaitu Al- Qur’an dan Al- Hadits yang menjadi patokan umat muslim dalam menjalani aturan tata nilai kehidupan didunia ini.
Yang perlu dicermati sedikit mungkin dari perbedaan nya, sebenarnya dalam hal perbedaan ini tidak terlihat begitu mencolok. Tapi menurut penulis, bahwa prinsip- prinsip manajemen pendidikan islam yang dikemukakan Ramayulis (2008 : 262) lebih condong ke arah sifat- sifat yang harus dimiliki oleh seorang manajer muslim dalam memimpin atau menjalankan sebuah lembaga pendidikan islam.
Sedangkan prinsip- prinsip manajemen pendidikan islam yang dikemukakan Langgulung (2000 : 248) lebih condong dan mengarah pada sikap/ perilaku terhadap orang lain yang harus dimiliki seorang manajer muslim dalam mengelola lembaga pendidikan islam.
Itulah beberapa prinsip- prinsip yang akan sangat ideal jika dimiliki dan dipegang oleh setiap manajer muslim. Tentu saja prinsip- prinsip ini bukanlah prinsip- prinsip baku, artinya masih banyak prinsip- prinsip lain yang dapat dikembangkan menurut pedoman Al- Qur’an dan Al- Hadits. Namun dalam hal ini, beberapa prinsip yang telah penulis utarakan sebelumnya dirasa cukup mendasar dan sangat penting jika dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari- hari terutama sebagai ujung tombak dalam membangun kualitas lembaga pendidikan yang unggul dan bermutu.
Me- manage sebuah lembaga pendidikan tentunya tidak terlepas dari tantangan dan godaan. Oleh karena itu dibutuhkan prinsip- prinsip manajemen yang kokoh sesuai dengan keyakinan dan ideologi yang dianut. Dalam hal ini Islam sebagai agama Rahmatalil ‘alamiin memberikan rambu- rambu yang kokoh berkaitan dengan manajemen pendidikan islam. Jika prinsip- prinsip ini diterapkan dalam lembaga pendidikan seperti sekolahan, tentu akan menjadi suatu keniscayaan bahwa jika kemudian pendidikan kita akan menunjukkan kemajuan yang sangat pesat.
Semua itu juga tergantung pada doa dan usaha kita. Jika kita bersungguh- sungguh dalam melakukan sesuatu tersebut, maka akan mungkin kita memetik hasil yang memuaskan pula. Dan sebaliknya jika kita malas dalam melakukan sesuatu, niscaya kita akan mendapatkan kerugian bahwa apa yang kita usahakan sebelumnya itu akan sia- sia. Selalu berdoa, berusaha dan yang terkahir itu tawakkal kepada Allah Swt atas semua yang sudah kita usahakan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar